BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

KRI BIMA SUCI TINGGALKAN SHANGHAI, LANJUTKAN PELAYARAN DIPLOMASI KJK 2026 MENUJU BUSAN

Shanghai, China, Kamis, 28 Mei 2026 | KRI Bima Suci yang membawa Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 dalam Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2026 resmi meninggalkan Port of Shanghai, China, Kamis (28/05), untuk melanjutkan pelayaran menuju Busan, Korea Selatan sebagai etape berikutnya dalam misi muhibah diplomasi duta bangsa.q

Keberangkatan KRI Bima Suci dari Shanghai berlangsung dengan penuh semangat dan kebanggaan setelah selama beberapa hari melaksanakan berbagai kegiatan diplomasi internasional dan budaya bersama Angkatan Laut serta masyarakat Shanghai. Selama sandar di China, Satlat KJK 2026 melaksanakan sejumlah agenda penting seperti Courtesy Call, Deck Reception, open ship, hingga penampilan Genderang Suling Jala Gita Taruna AAL yang mendapat perhatian masyarakat setempat.

Prosesi pelepasan KRI Bima Suci dilaksanakan secara resmi di dermaga Port of Shanghai dan dihadiri oleh Atase Pertahanan Republik Indonesia di China Laksma TNI Sumartono, Deputy Chief of Staff Colonel Yang, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai Berlianto Situngkir. Turut hadir dalam pelepasan tersebut jajaran pejabat Angkatan Laut Shanghai, staf KJRI Shanghai, perwakilan militer China, serta seluruh prajurit dan Taruna Satlat KJK 2026.

Suasana penuh semangat tampak mengiringi keberangkatan kapal latih tiang tinggi kebanggaan TNI Angkatan Laut tersebut saat perlahan meninggalkan dermaga Port of Shanghai. Para Taruna dan prajurit berjajar rapi di geladak kapal sambil melambaikan tangan sebagai simbol persahabatan dan penghormatan kepada tuan rumah.

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa pelayaran menuju Busan menjadi bagian penting dalam rangkaian Lattek KJK 2026 guna memperluas wawasan, pengalaman pelayaran, serta mempererat hubungan persahabatan antarbangsa melalui diplomasi maritim.

Pelayaran ini tidak hanya menjadi sarana latihan praktek bagi Taruna AAL Angkatan ke-73, namun juga menjadi media diplomasi yang membawa nama baik Indonesia di dunia internasional melalui semangat persahabatan, budaya, dan profesionalisme prajurit TNI AL.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa peran serta TNI AL dalam pelayaran muhibah diplomasi merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia untuk menciptakan persahabatan serta memperkenalkan budaya kepada dunia internasional.

Posting Komentar

0 Komentar