BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Ketua Umum SEMMI Cabang Padang: Gerakan Mahasiswa Bukan Fomo, Tapi Gerakan Yang Objektif

Padang, 20 Juni 2026 | Ketua Umum SEMMI Cabang Padang, Aulia Eka Putra, sangat prihatin dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Cipayung di depan Kantor Gubernur Sumbar 3 hari yang lalu, terkesan tidak substantif dan tidak objektif terhadap isu yang disoroti.

Menurut Aulia, aksi tersebut menimbulkan pertanyaan besar karena isu yang dijadikan tuntutan sesungguhnya telah dibahas secara langsung dalam forum diskusi dan dialog terbuka antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

"Demontrasi merupakan jalan terakhir, jika semua cara sudah dilakukan namun pemerintah tidak mendengarkan, maka turun kejalan adalah solusinya. Miris memang organisasi yang turun ke jalan hari ini sama-sama hadir kok di Sreca Coffee, sama-sama mendengarkan, dan mengetahui bahwa Gubernur Sumatera Barat telah membuka ruang dialog secara luas. Bahkan mahasiswa diberikan kesempatan menyampaikan kritik, masukan, dan berbagai persoalan Sumatera Barat secara langsung di hadapan Gubernur maupun kepala OPD terkait. Lalu pertanyaannya, ketika ruang dialog sudah dibuka selebar-lebarnya, kenapa teman-teman ini masih memilih turun ke jalan dengan isu yang sama? ada apa dibalik ini semua?" tegas Aulia.

Ia menegaskan bahwa demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sakral dan harus dihormati. Namun dalam tradisi gerakan mahasiswa, aksi unjuk rasa merupakan langkah terakhir ketika komunikasi telah buntu, pemerintah menutup diri, dan aspirasi rakyat tidak lagi didengar.

"Kalau pemerintah menolak berdialog, tidak mau mendengar kritik, atau menutup mata terhadap aspirasi masyarakat, tentu demonstrasi menjadi jalan yang tepat. Jangankan ban bekas, kantor nya itu kita bakar. Tetapi faktanya hari ini berbeda. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat justru membuka ruang komunikasi, meminta masukan, menerima kritik, dan mengajak mahasiswa terlibat dalam pembahasan berbagai kebijakan daerah. Maka sangat wajar jika publik bertanya, ada apa sebenarnya di balik aksi ini?" ujarnya.

Aulia menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga independensi gerakan dan tidak terjebak pada pola gerakan yang hanya mengikuti arus dan kepentingan pihak tertentu, karena ini marwah gerakan mahasiswa Sumatera Barat sebagai gerakan intelektual yang mengedepankan solusi, kajian, dan pengawasan yang objektif terhadap kebijakan publik.

"Mahasiswa dikenal sebagai kaum intelektual dan terdidik, agen perubahan, serta penjaga moral anak bangsa. Jangan sampai gerakan mahasiswa Sumatera Barat kehilangan arah apalagi didorong oleh kepentingan pihak tertentu yang tidak terlihat di permukaan. Ketika ruang diskusi sudah tersedia dan semua persoalan telah dibahas secara terbuka, maka aksi yang dilakukan tentu menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat." ujar Aulia.

SEMMI Cabang Padang berharap gerakan mahasiswa di Sumatera Barat ke depan tetap menjadi gerakan yang berorientasi pada solusi, kajian, dan kepentingan masyarakat luas, bukan gerakan yang lahir karena euforia sesaat atau dorongan pihak-pihak tertentu.

"Jangan sampai gerakan mahasiswa kehilangan substansi dan hanya menjadi panggung politik sesaat. Tugas kita adalah mengawal kebijakan pemerintah secara kritis namun tetap objektif, konstruktif, dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas," tutupnya.

TIM

Posting Komentar

0 Komentar